Wanita yang baru mengalami kehamilan pertama pasti bertanya - tanya perihal asupan gizi seimbang agar sang buah hati dalam janin bertumbuh normal. Disini saya akan berbagi info asupan gizi seimbang pada wanita hamil. kalau ada yang kurang dimengerti atau ada yang salah dengan info yang saya bagikan bisa tinggalkan komentar di kolom komentar.
Pada masa kehamilan hendaknya sang ibu memperhatikan
jumlah dan mutu gizi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Bila ibu hamil makan
makanan yang rendah mutu gizinya, dapat menyebabkan penurunan kesehatan
janin. Dalam keadaan seperti ini, janin yang ada dalam kandungan akan mengambil
cadangan zat-zat gizi yang ada dalam tubuh ibu, dan bila keadaan ini berjalan
cukup lama, janin akan menggunakan zat-zat gizi yang ada dalam jaringan tubuh
ibunya. Akibatnya akan membahayakan kondisi sang ibu saat melahirkan. Apabila
makanan yang dikonsumsi ibu selama kehamilan memiliki nilai atau kandungan gizi
yang rendah dengan pertambahan berat badan ≤ 9 kg dan lingkar lengan atas
kurang dari 22 cm akan mempunyai risiko melahirkan bayi dengan berat badan
rendah (kurang dari 2,5 kg) (Budijanto dkk, 2000).
Rendahnya berat badan bayi saat dilahirkan akan
menurunkan kinerja sel otak bayi. Dengan demikian, sudah selayaknya bila
makanan ibu sewaktu hamil perlu mendapat prioritas utama dalam keluarga.
Masalah lain yang sering terjadi selama kehamilan adalah penurunan kadar
hemoglobin akibat peningkatan volume plasma yang lebih banyak daripada volume
sel darah merah. Penurunan ini terjadi pada usia kehamilan 8 sampai 32 minggu.
Anemia dapat menyebabkan pengangkutan oksigen menjadi terganggu sehingga
nutrisi ke janin berkurang (Mitchell ,2000).
Kebutuhan Gizi Ibu Hamil
Pada wanita dewasa
yang sedang hamil ,keperluan gizi selain digunakan untuk proses yang rutin juga
diperlukan energi dan gizi tambahan untuk pembentukan jaringan baru, yaitu
janin, plasenta, uterus serta kelenjar mamae. Kebutuhan lemak yang dikonsumsi pada
ibu hamil tidak perlu dikurangi, tertutama
sayur-sayuran serta buah segar. Sebagai pedoman dalam pengawasan akan kecukupan gizi ibu hamil adalah bagaimana
kenaikan pertambahan berat badan pada ibu hamil.
Berikut tabel standar kenaikan
berat badan selama masa kehamilan.
Body Mass Index
Sebelum Hamil
|
Penambahan
Berat Badan (Dalam KG)
|
Berat badan kurang
(BMI di bawah
18,5kg/m2)
|
12.5
– 18
|
Berat
badan normal
(BMI
18.5 - 25kg/m2)
|
11.5 16
|
Berat
badan lebih
(BMI
15-30kg/m2)
|
7
- 11.5
|
Obesitas
(BMI>30kg/m2)
|
5-9
|
Menurut Committee on Nutritional (1990), standar kenaikan berat badan selama masa kehamilan adalah sekitar 7 kg sampai 18 kg. Untuk ibu gemuk, pertambahan berat badan sekitar 7kg -11,5 kg. Untuk ibu normal, pertambahan berat badan 11,5 kg – 16 kg. Untuk ibu kurus, pertambahan berkisar 12,5 kg – 18 kg. Berdasarkan pedoman ini, maka apabila sang ibu memiliki berat badan berlebih hendaknya mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula. Pada trimester
pertama, peningkatan berat badan 1 – 2 kg, diikuti dengan peningkatan rata-rata
0,4 kg per minggu selama akhir dua semester. Selama trimester kedua umumnya peningkatan
berat badan diikuti dengan peningkatan volume darah, pembesaran payudara,
uterus (rahim) dan berhubungan dengan jaringan dan cairan serta simpanan lemak
ibu hamil. Selain itu, Kenaikan BB yang sesuai dengan standar tiap
trimester kehamilan menunjukkan kondisi janin dalam keadaan baik. Suplai energi
dan zat gizi pun sudah mencukupi.
Kalori
Untuk melahirkan bayi
yang sehat tanpa kekurangan gizi, pada ibu hamil disarankan untuk meningkatkan
jumlah asupan kalori namun tidak berlebihan. Apabila wanita dewasa memerlukan energi 2500 kalori/hari, maka pada wanita selama masa kehamilan kebutuhan kalori meningkat sekitar 300 kalori/hari. Kalori ekstra itu dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dan plasenta. Kebutuhan kalori dapat diperoleh dari makanan sumber karbohidrat dan lemak. Kebutuhan kalori dapat terpenuhi bila ada pasokan 240 kalori atau 60 gram makanan sumber protein seperti daging, ikan, dan telur, karena 1 gram protein memberi 4 Kalori. Kurangnya asupan kalori pada ibu hamil akan memiliki
resiko tinggi pada saat melahirkan. Sebaliknya, bila asupan kalori yang
dikonsumsi melebihi jumlah
yang dibutuhkan, kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak
pada tubuh sehingga menyebabkan ibu menjadi gemuk (Mitayani, 2010).
Berikut piramida makanan
dan takaran yang dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil dalam sehari, antara
lain:

|
Protein
Pada wanita dewasa kebutuhan protein sekitar 50 gram / hari. Namun, kebutuhan protein pada wanita hamil meingkat 10 gram yaitu sekitar 60 gram / hari. Peran protein pada wanita hamil sangat penting, yaitu: - Sumber kalori
- Sebagai zat pembangun atau pembentuk serta memperbaiki jaringan tubuh pada janin seperti otot, tulang, mata kulit, jantung dan hati.
- Berperan dalam pembentukan darah
- Membantu pembentukan darah, cairan ketuban dan sel-sel janin agar sempurna
- Berguna dalam pertumbuhan jaringan dan plasenta bahkan otak
- Menjaga kesehatan tulang pada ibu hamil dan janinnya (Sharlin & Eldestain, 2011).
Calon ibu yang kurang asupan protein berisiko menyebabkan bayi lebih kecil, bayi mengalami masalah seperti bibir sumbing atau kelainan fisik lainnya. Bahkan, kekurangan protein berefek pada kurang sempurnanya pembentukkan air susu ibu kelak dalam masa laktasi. Ada banyak sumber protein yang bisa diperoleh. Misalnya, sumber protein hewani dapat diperoleh dari daging sapi, daging ayam, ikan, putih telur, keju, susu dan sebagainya. Sedangkan, sumber protein nabati bisa diperoleh dari kacang-kacangan, tahu, tempe dsb.
Asam Folat
Asam folat merupakan vitamin B yaitu vitamin B9. Fungsi asam folat dapat membantu dalam pembentukan sel baru yang sehat. Pada ibu hamil membutuhkan 400 hingga 800 mcg asam folat atau setara dengan 2 gelas susu. Folat dapat diperoleh dari sayuran berwarna hijau (seperti bayam, asparagus), jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum. Pada ibu hamil, folat memegang peranan penting dalam perkembangan embrio, diantaranya adalah pembentukan neural tube atau pembentukan otak bayi pada bulan pertama kehamilan.
Zat Besi
Pada ibu hamil, asupan zat besi berperan dalam perkembangan janin. Selama kehamilan volume darah akan meningkat akibat perubahan pada tubuh ibu dan pasokan darah bayi. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan dan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak, kematian janin dalam kandungan, cacat bawaan, lahir dengan berat badan rendah dan anemia pada bayi.
Kalsium
Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg perhari. Sumber kalsium dari makanan diantaranya produk susu seperti susu, yoghurt. Ikan teri juga merupakan sumber kalsium yang baik.
Asam folat merupakan vitamin B yaitu vitamin B9. Fungsi asam folat dapat membantu dalam pembentukan sel baru yang sehat. Pada ibu hamil membutuhkan 400 hingga 800 mcg asam folat atau setara dengan 2 gelas susu. Folat dapat diperoleh dari sayuran berwarna hijau (seperti bayam, asparagus), jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum. Pada ibu hamil, folat memegang peranan penting dalam perkembangan embrio, diantaranya adalah pembentukan neural tube atau pembentukan otak bayi pada bulan pertama kehamilan.
Zat Besi
Pada ibu hamil, asupan zat besi berperan dalam perkembangan janin. Selama kehamilan volume darah akan meningkat akibat perubahan pada tubuh ibu dan pasokan darah bayi. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan dan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak, kematian janin dalam kandungan, cacat bawaan, lahir dengan berat badan rendah dan anemia pada bayi.
Kalsium
Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg perhari. Sumber kalsium dari makanan diantaranya produk susu seperti susu, yoghurt. Ikan teri juga merupakan sumber kalsium yang baik.
Apa yang terjadi pada ibu hamil
apabila asupan gizi rendah?
apabila asupan gizi rendah?
Hal ini bisa berdampak pada terjadinya
bayi terlahir secara prematur, mengakibatkan keguguran, adanya kelainan bayi
dalam sistem syarafnya, janin berkembang tidak normal, bahkan hingga
menyebabkan kematian janin. Jadi, perhatikan betul mengenai asupan gizi selama
kehamilan, yang perlu diingat, janganlah memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi
karena kuantitas, tapi gizi yang berkualitas dengan komposisi yang berimbang
dan cukup, itu yang terpenting.
Sekian info yang saya bagikan, semoga bermanfaat..
Sekian info yang saya bagikan, semoga bermanfaat..
DAFTAR PUSTAKA
Budijanto, dkk. (2000). Risiko
terjadinya Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Balorejo Kabupaten
Madiun. Medika No 9 Tahun XXVI. September 2000; p 566-569
Committee on Nutritional. Nutrition During Pregnancy. (1990).
National Academy Press. Washington DC.
Mitayani. Status Gizi Ibu Hamil. (2010). Majalah
Obsetri Ginekologi; 6: 2.
Mitchell MK. Nutrition across the life
span. 2 nd ed. USA: Elsevier; 2003.p.145 - 167.
Sharlin J. dan Edelstein S. (2011). Essentials of Life
Cycle Nutrition. Canada: Jones and Bartlett Publishers; 1- 35.
Informasinya sangat bermanfaat !
BalasHapusPas banget kebetulan kakak ipar aku lagi hamil kurang lebih sebulan bisa aku kasih tau blog ini
Sehabis menikah kakak ipar aku rutin makan buah sayur dan susu mengandung folat, waktu hamil ini gak banyak capeknya
hay kak! informasi yang anda berikan sangat informatif, berhubung saya belum merasakan masa masa kehamilan namun informasi yang dibaca sedini mungkin akan dpt bermanfaat untuk kedelannya.
BalasHapushay kak!Terimakasih informasinya sangat bermanfaat :) walaupun saya belum merasakan masa-masa kehamilan, namun ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat untuk kedepannya dan bagi para calon ibu" yang sedang mengandung buah hatinya saat ini :)
BalasHapusInformasi yang sangat bermanfaat kak! saya sangat setuju bahwa selama kehamilan, harus benar-benar memperhatikan makanan yang dikonsumsi atau asupan gizi yang masuk karena hal tersebut sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukkan janin, serta perkembangan otak dari bayi yang akan dilahirkan.
BalasHapussangat bermanfaat informasinya kak, cuman kalau misal ada yang alergi sama makanan dari hewani bagaimana yaa cara memenuhi kebutuhan akan nutrisinya.. apakah bisa diperoleh dari produk nabati :)) makasih kak hehe
BalasHapus